>>> Recent Coment

>>> Recent Post

[Pasang]

Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi

MOHON DIPERHATIKAN KESALAHAN PENULISAN 'AMIN DAN SALAM'...

Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan makna kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-sama pendek),artinya AMAN, TENTRAM.

2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.

3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA.

4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA RABB,KABULKANLAH DOA KAMI.

Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

HINDARI PENULISAN "ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!"

Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata;
''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi Muhammad shallallahu alayhi wasallam.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.

Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...!

Bismillah..

Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.

*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.

*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.

*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,.Adalah anjing bermulut besar.

*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.

*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu'alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya (maaf) pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.

INGAT !!!
ASS = (maaf) PANTATMU!
ASKUM = CELAKALAH KAMU!

Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum.

Semoga bermanfaat.

70 Dosa terbesar menurut agama islam

70 Dosa terbesar menurut agama islam

Untuk Meningkatkan Akidah dan Akhlak kita tidak ada salahnya kita tau 70 Dosa Besar dalam agama Islam atau kaba'ir dalam Islam adalah sebagai berikut :

1. Menyekutukan Allah atau Syirik
2. Membunuh Manusia
3. Melakukan Sihir
4. Meninggalkan Shalat
5. Tidak Mengeluarkan Zakat
6. Tidak Berpuasa ketika bulan Ramadhan tanpa alasan yang kuat
7. Tidak Mengerjakan Haji Walaupun Berkecukupan
8. Durhaka Kepada Ibu Bapak
9. Memutuskan Silaturahim
10. Berzina
11. Melakukan Sodomi atau Homoseksual
12. Memakan Riba
13. Memakan Harta Anak Yatim
14. Mendustakan Allah S.W.T dan Rasul-Nya
15. Lari dari Medan Perang
16. Pemimpin Yang Penipu dan Kejam
17. Sombong
18. Saksi Palsu
19. Meminum minuman beralkohol
20. Berjudi
21. Menuduh orang baik melakukan Zina
22. Menipu harta rampasan Perang
23. Mencuri
24. Merampok
25. Sumpah Palsu
26. Berlaku Zalim
27. Pemungut cukai yang Zalim
28. Makan dari harta yang Haram
29. Bunuh Diri
30. Berbohong
31. Hakim yang Tidak adil
32. Memberi dan menerima sogok
33. Wanita yang menyerupai Lelaki dan sebaliknya juga
34. Membiarkan istri, anaknya atau anggota keluarganya yang lain berbuat mesum dan memfasilitasi anggota keluarganya tersebut untuk berbuat mesum
35. Menikahi wanita yang telah bercerai agar wanita tersebut nantinya bisa kembali menikah dengan suaminya terdahulu
36. Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil seperti air kencing atau kotoran
37. Riya atau suka pamer
38. Ulama yang memiliki ilmu namun tidak mau mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain
39. Berkhianat
40. Mengungkit-Ungkit Pemberian
41. Mangingkari Takdir Allah SWT
42. Mencari-cari Kesalahan Orang lain
43. Menyebarkan Fitnah
44. Mengutuk Umat Islam
45. Mengingkari Janji
46. Percaya Kepada Sihir dan Nujum
47. Durhaka kepada Suami
48. Membuat patung
49. Menamparkan pipi dan meratap jika terkena bala
50. Menggangu Orang lain
51. Berbuat Zalim terhadap yg lemah
52. Menggangu Tetangga
53. Menyakiti dan Memaki Orang Islam
54. Derhaka kepada Hamba Allah S.W.T dan menggangap dirinya baik
55. Memakai pakaian labuhkan Pakaian
56. Lelaki yang memakai Sutera dan Emas
57. Seorang hamba (budak) yang lari dari Tuannya
58. Sembelihan Untuk Selain Dari Allah S.W.T
59. Seorang yang mengaku bahwa seseorang itu adalah ayahnya namun dia tahu bahwa itu tidak benar
60. Berdebat dan Bermusuhan
61. Enggan Memberikan Kelebihan Air
62. Mengurangi Timbangan
63. Merasa Aman Dari Kemurkaan Allah S.W.T
64. Putus Asa Dari Rahmat Allah S.W.T
65. Meninggalkan Sholat Berjemaah tanpa alasan yang kuat
66. Meninggalkan Sholat Jum'at tanpa alasan yang kuat
67. Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. Menipu
69. Mengintip Rahasia dan Membuka Rahasia Orang Lain
70. Mencela Nabi dan Para Sahabat Beliau

Sumber : Islamic Motivation

‎"Nama-Nama Syaitan Dan Tugasnya"

‎"Nama-Nama Syaitan Dan
Tugasnya"

=> Qarin: "Mendampingi manusia
sejak lahir lagi bagi mengajak,
merayu dan menipu supaya
menyimpang jauh dari jalan yang
di ridhoi Allah.
.
=> Al-Wilhan: "Menggoda dan
mengganggu manusia yang
sedang berwudhu.
.
=> Al-Hinzab: "Mengganggu
manusia yang sedang shalat.
.
=> Thibr: "Bertugas khusus untuk
membinasakan manusia.
.
=> Awar: "Menggoda manusia
untuk berzina.
.
=> Mabsut: "Membisikkan manusia
supaya berdusta.
.
=> Dassim: "Bertugas semata-mata
menjadikan manusia agar
bersengketa dengan keluarga.
.
=> Zalanbur: "Bertugas di pasar-
pasar membisikkan dan
memberangsang manusia supaya
melakukan penipuan semasa
menjual beli.
.
Semakin kuat iman seorang
muKmin semakin kuat pula
syaitan-syaitan itu mencoba
merayu dan menarik kita kedalam
lembah dosa yang dibenci oleh
Allah.
.
Waallohu'alam
.
Sumber: Kitab Nashoihul Ibad
karya Ibnu Hajar Al-Asqolani.

KELUARGA dlm PANDANGAN ISLAM


penulis Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah
Sakinah Mengayuh Biduk 29 - April - 2003 01:21:26
Syaithan begitu berambisi dlm merusak sebuah keluarga. Berbagai upaya ditempuh utk mencapai ambisi itu. Ini disebabkan keluarga merupakan pondasi bagi terbentuk masyarakat muslim yg berkualitas.
Setiap manusia tentu mendambakan keamanan dan mereka berlomba-lomba utk mewujudkan dgn tiap jalan dan cara yg memungkinkan. Rasa aman ini lbh mereka butuhkan di atas kebutuhan makanan. Karena itu Islam memperhatikan hal ini dgn cara membina manusia sebagai bagian dari masyarakat di atas akidah yg lurus disertai akhlak yg mulia. Bersamaan dgn itu pembinaan individu-individu manusia tdk mungkin dapat terlaksana dgn baik tanpa ada wadah dan lingkungan yg baik. Dari sudut inilah kita dapat melihat nilai sebuah keluarga
Keluarga dlm pandangan Islam memiliki nilai yg tdk kecil. Bahkan Islam menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga dgn meletakkan kaidah-kaidah yg arif guna memelihara kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran. Kenapa demikian besar perhatian Islam? Karena tdk dapat dipungkiri bahwa keluarga adl batu bata pertama utk membangun istana masyarakat muslim dan merupakan madrasah iman yg diharapkan dapat mencetak generasi-generasi muslim yg mampu meninggikan kalimat Allah di muka bumi
Bila pondasi ini kuat lurus agama dan akhlak anggota mk akan kuat pula masyarakat dan akan terwujud keamanan yg didambakan. Sebalik bila tercerai berai ikatan keluarga dan kerusakan meracuni anggota-anggota mk dampak terlihat pada masyarakat bagaimana kegoncangan melanda dan rapuh kekuatan sehingga tdk diperoleh rasa aman.
Dengan keterangan di atas pahamlah kita kenapa musuh-musuh Allah dari kalangan syaitan jin dan manusia begitu berambisi utk menghancurkan kehidupan keluarga. Mereka bantu-membantu menyisipkan kebatilan ke dlm keluarga agar apa yg diharapkan Islam dari sebuah keluarga tdk terwujud. Dan sangat disesalkan ibarat gayung bersambut kebatilan itu banyak diserap oleh keluarga muslim. Akibat tatanan rumah tangga hancur dan dampak masyarakat diantar ke bibir jurang kehancuran. Naudzubillah min dzalik!! Kita berlindung kepada Allah dari yg demikian
Jauh sebelum Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memperingatkan kita akan makar iblis terhadap anak Adam. Bagaimana iblis begitu bergembira bila anak buah dapat menghancurkan sebuah keluarga memutuskan hubungan antara suami dgn istri sebagai dua tonggak dlm kehidupan keluarga.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguh Iblis meletakkan singgasana di atas air kemudian ia mengirim tentara-tentaranya. mk yg paling dekat di antara mereka dgn iblis adl yg paling besar fitnah yg ditimbulkannya. Datang salah seorang dari mereka seraya berkata: Aku telah melakukan ini dan itu. mk Iblis menjawab: “Engkau belum melakukan apa-apa”. Lalu datang yg lain seraya berkata: “Tidaklah aku meninggalkan dia hingga aku berhasil memisahkan dia dgn istrinya”. mk Iblis pun mendekatkan anak buah tersebut dgn diri dan memuji dgn berkata: “Ya engkaulah”.
Dalam Syarah Shahih Muslim berkata Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas bahwa Iblis bermarkas di lautan dan dari situlah ia mengirim tentara-tentara ke penjuru bumi. Iblis memuji anak buah yg berhasil memisahkan antara suami dgn istri krn kagum dgn apa yg dilakukan dan ia dapat mencapai puncak tujuan yg dikehendaki iblis.
Sebegitu kuat ambisi iblis dan para syaitan sebagai tentara utk menghancurkan kehidupan keluarga hingga mereka bersedia membantu syaitan dari kalangan manusia utk mengerjakan sihir yg dapat memisahkan suami dgn istrinya. Allah Ta`ala berfirman menyebutkan ihwal orang–orang Yahudi yg biasa melakukan pekerjaan kufur ini guna memisahkan pasangan suami istri:
“orang2 Yahudi itu mengikuti apa yg dibacakan para syaitan pada masakerajaan Nabi Sulaiman padahal Sulaiman tidaklah kafir namun syaitan- syaitan itulah yg kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yg diturunkan kepada dua malaikat di Babil yaitu Harut dan Marut sedang kedua tdk mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum kedua mengatakan: “Kami hanyalah ujian bagimu mk janganlah engkau kufur dgn belajar sihir”. Maka mereka mempelajari sihir dari kedua yg dgn sihir tersebut mereka bisa memisahkan antara suami dgn istrinya”
Kita berlindung kepada Allah ta`ala dari kejahatan sihir dan pelakunya!
Pembaca yg semoga dirahmati Allah ta`ala ketahuilah suatu keluarga baru memiliki nilai lbh bila bangunan keluarga itu ditegakkan di atas dasar takwa kepada Allah Ta`ala.
Untuk kepentingan ini perlu dipersiapkan anggota keluarga yg shalih tentu dimulai dari pasangan suami istri. Seorang pria ketika akan menikah hendak mempersiapkan diri dan melihat kemampuan dirinya. Dia harus membekali diri dgn ilmu agama agar dapat memfungsikan diri sebagai qawwam yg baik dlm rumah tangga
Karena Allah Ta`ala telah menetapkan:
“Kaum pria itu adl pemimpin atas kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka di atas sebagian yg lain dan krn kaum pria telah membelanjakan harta-harta mereka utk menghidupi wanita”.
Hendak seorang pria menjatuhkan pilihan hidup kepada wanita yg shalihah krn demikian yg dituntunkan oleh Nabi kita yg mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda tentang kelebihan wanita yg shalihah:
“Dunia itu adl perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adl wanita shalihah “.
“Ada empat perkara yg termasuk dari kebahagiaan: istri yg shalihah tempat tinggal yg luas tetangga yg shalih dan tunggangan yg nyaman. Dan ada empat perkara yg termasuk dari kesengsaraan: tetangga yg jelek istri yg jelek tunggangan yg jelek dan tempat tinggal yg sempit”.
Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengabarkan:
“Wanita itu dinikahi krn empat perkara yaitu krn harta kedudukan kecantikan dan agamanya. mk pilihlah wanita yg memiliki agama taribat yadaak “.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa yg benar tentang makna hadits di atas adl Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan tentang kebiasaan yg dilakukan manusia. Mereka ketika hendak menikah memilih wanita dgn melihat empat perkara tersebut dan mereka mengakhirkan pertimbangan agama si wanita . mk hendaklah engkau wahai orang yg meminta bimbingan memilih wanita yg baik agamanya.
Imam Nawawi melanjutkan: “Dalam hadits ini ada hasungan utk bergaul/berteman dgn orang yg memiliki agama baik dlm segala sesuatu krn berteman dgn mereka bisa mengambil faedah dari akhlak mereka barakah mereka dan baik jalan hidup mereka di samping itu kita aman dari kerusakan yg ditimbulkan mereka”.
Masalah agama ini juga harus menjadi pertimbangan seorang wanita ketika ia memutuskan utk menerima pinangan seorang pria krn pria yg shalih ini bila mencintai istri mk ia akan memuliakan namun bila ia tdk mencintai istri mk ia tdk akan menghinakannya. Dan hal ini harus menjadi perhatian wali si wanita krn Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Apabila datang kepada kalian orang yg kalian ridla agama dan akhlak mk nikahkanlah laki2 itu kalau tdk kalian lakukan hal tersebut niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan terjadi kerusakan yg merata”.
Di antara yg dijadikan Islam sebagai tujuan berumah tangga dan dibentuk sebuah keluarga adl utk memperbanyak umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena itu ketika datang seorang pria menghadap beliau dan mengatakan : “Aku mendapatkan seorang wanita yg memiliki kecantikan dan keturunan namun ia tdk dapat melahirkan apakah boleh aku menikahi ?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Jangan menikahinya”. Kemudian pria tadi datang menghadap Nabi utk kedua kali dan mengutarakan keinginan utk menikahi wanita tersebut namun beliau melarangnya. Kemudian ia datang lagi utk ketiga kali mk beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Nikahilah oleh kalian wanita yg penyayang lagi subur krn aku akan berbangga-bangga dgn banyak kalian di hadapan umat-umat yg lain”.
Bila tiap muslim memperhatikan dan melaksanakan dgn baik apa yg ditetapkan dan digariskan oleh syariat agama niscaya ia akan mendapatkan kelurusan dan ketenangan dlm hidup termasuk dlm kehidupan berkeluarga. Dan dia benar-benar dapat merasakan tanda kekuasaan Allah ta`ala sebagaimana dlm firman-Nya;
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan utk kalian pasangan-pasangan kalian dari diri-diri kalian sendiri agar kalian merasa tenang dgn keberadaaan mereka dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguh pada yg demikian itu benar-benar terdapat tanda –tanda bagi kaum yg mau berfikir”.
Wallahu ta`ala a`lam bishawwab.
Sumber: www.asysyariah.com

Hukum Oral Seks dalam agama islam


Pertanyaan:
Assalamu ‘Alaikum …. , Apa hukum oral seks?
 
Jawaban:
Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. 
Bismillah wal hamdulillah was Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala Aalhi wa ashhabihi wa man waalah, wa ba’d:
 
Hukum oral seks, baik yang melakukan adalah suami (cunilingus), atau isteri (fellatio), para ulama kontemporer (zaman sekarang) berbeda pendapat. Mereka terbagi atas tiga golongan. Ada yang mengharamkan, memakruhkan, dan membolehkan. Sedangkan ulama klasik, setahu saya belum pernah mendiskusikannya. Wallahu A’lam.
 
                Golongan yang mengharamkan, mereka beralasan dengan najisnya madziyang ada pada kemaluan baik laki atau wanita ketika sedang syahwat, yang jika tertelan maka itu haram. Tentang najisnya madzi, para ulama kita semua sepakat, tidak berbeda pendapat.
 
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً فَأَمَرْتُ رَجُلًا أَنْ يَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَسَأَلَ فَقَالَ تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ
 
                Dari ‘Ali, dia berkata: “Saya adalah laki-laki yang mudah keluar madzi, maka aku perintah seseorang untuk bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamlantaran posisiku sebagai mantu beliau (maksudnya Ali malu bertanya sendiri), maka orang itu bertanya, lalu Rasulullah menjawab: “Wudhulah dan cuci kemaluanmu.” (HR. Bukhari No. 269)
               
 Hadits ini menunjukkan kenajisan madzi, hanya saja tidaklah wajib mandi janabah, melainkan hanya wudhu sebagaimana teks hadits tersebut. Oleh karena madzi adalah najis maka ia haram tertelan, yang sangat mungkin terjadi ketika oral seks. Alasan lainnya, karena oral seks merupakan cara binatang, dan kita dilarang menyerupai binatang. Wallahu A’lam.
 
                Golongan yang memakruhkan, mereka beralasan bahwa  oral seks belum tentu menelan madzi melainkan hanya sekedar kena, baik karena dikecup atau jilat. Mulut atau lidah yang terkena madzi, tentunya sama saja dengan kemaluan suami yang menyentuh madzi isteri ketika coitus (jima’). Sebab ketika jima’,  otomatis madzitersebut pasti mengenai kemaluan ‘lawannya.’ Nah, jika itu boleh, lalu apa bedanya jika mengenai anggota tubuh lainnya, seperti mulut? Sama saja. Hanya saja, hal tersebut merusak muru’ah (akhlak baik) dan menjijikan. Lagi pula tidak sepantasnya, mulut dan lidah yang senantiasa berdzikir dan membaca Al Quran, digunakan untuk hal itu. Oleh karena itu bagi mereka hal tersebut adalah makruh, tidak sampai haram.
 
                Golongan yang membolehkan, mereka beralasan bahwa suami bagi isteri, atau isteri bagi suami adalah halal seluruhnya, kecuali dubur dan ketika haid. Sedangkan alasan-alasan pihak yang mengharamkan (tertelannya madzi) sudah dijawab, dan alasan pihak yang memakruhkan (merusak muru’ah dan menjijikkan)pun bagi golongan ini tidak bisa diterima. 
 
                Alasan merusak muru’ah (citra diri/akhlak baik) adalah alasan yang lemah, sebab dahulu Umar bin Al Khathab ketika dia menjima’ isterinya dari belakang (tapi bukan dari dubur) istilahnya doggy styleyangjelas-jelas menyerupai  binatang ternyata itu dibolehkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Padahal Umar Radhiallahu ‘Anhu merasa bersalah, karena itu bukan kebiasaannya dan bukan kebiasaan kaumnya. Sebagaimana oral seks hari ini bukanlah kebiasaan orang Timur, melainkan kebiasaan orang Barat. Namun, demikian tidak ada satu pun riwayat yang berindikasi mencela Umar dalam hal ini, yang ada justru sebaliknya.
 
                Alasan menjijikan juga  alasan yang lemah, sebab jijik atau tidak, sifatnya sangat relatif dan personally (pribadi). Tidak sama pada masing-masing orang. Bila ada  orang merasa jijik dengan kulit ayam, tidak berarti kulit ayam adalah haram atau makruh. Khalid bin Walid pernah makan biawak di depan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamnamun tidak dilarang oleh Rasulullah, walau pun dia tidak suka, walau itu menjijikan, karena makan biawak bukanlah kebiasaan manusia di daerah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
 
                Dalam riwayat yang shahih dari Anas bin Malik  bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menyuruh suku Urainah untuk meminum air kencing Unta untuk obat. Padahal, bisa jadi bagi sebagian orang kencing Unta adalah menjijikan, tapi riwayat itu dijadikan dalil oleh sebagian ulama tentang sucinya air kencing Unta. Wal hasil, masalah ‘perasaan’ jijik bukanlah ukuran dan alasan diharamkannya sesuatu.
 
                Golongan yang membolehkan juga beralasan pada ayat berikut:
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ
                “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al Baqarah (2): 223) 
 
                Anna syi’tum(bagaimana saja kamu kehendaki) hanya berlaku pada qubul(kemaluan) bukan dubur.
                Imam Al Qurthubi –seorang ulama tafsir madzhab Maliki- berkata:
وقد قال أصبغ من علمائنا: يجوز له أن يلحسه بلسانه.
                “Telah berkata Ashbagh dari golongan ulama kami (Maliki): “Boleh bagi suami menjilat kemaluan isterinya dengan lidahnya.”   (Imam Al Qurthubi,  Jami’ Li Ahkamil Qur’an, Juz. 12, Hal. 222. Dar Ihya Ats Turats Al ‘Araby, Beirut – Libanon. 1985M-1405H)
                Perlu diketahui, semua hadits-hadits yang melarang melihat kemaluan isteri atau suami, adalah dha’if bahkan ada yang maudhu’ (palsu). Justru bertentangan dengan hadits-hadits shahih yang menunjukkan sebaliknya. Insya Allah Ta’ala akan saya bahas di lain kesempatan.
 
 
Pandangan Syaikh Al ‘Allamah Yusuf Al Qaradhawy hafizhahullah:
 
                Beliau berkata: “Di dalam masyarakat seperti Amerika dan masyarakat Barat lainnya, terdapat tradisi dan kebiasaan dalam hubungan biologis antara suami isteri yang berbeda dengan kebiasaan kita, seperti bertelanjang bulat,  suami melihat kemaluan isteri, atau isteri mempermainkan kemaluan suami, atau mengecup kemaluan suami, dan sebagainya yang apabila telah menjadi biasa menjadi tidak menarik dan membangkitkan syahwat lagi, sehingga memerlukan cara-cara lain yang kadang hati kita tidak menyetujuinya. Ini merupakan suatu persoalan dan mengharamkannya –atas nama agama- juga merupakan persoalan lain lagi. Dan tidak boleh sesuatu diharamkan kecuali jika ditemukan nash (teks agama) yang sharih (jelas) dari Al Quran dan As Sunnah yang mengharamkannya. Kalau tidak ada nash, maka pada dasarnya adalah boleh.
 
Ternyata, tidak ada nash yang shahih dan sharih yang menunjukkan haramnya tindakan suami isteri seperti itu. Oleh karena itu, dalam kunjungan saya ke Amerika yakni ketika menghadiri Muktamar Persatuan Mahasiswa Islam dan mengunjungi pusat-pusat Islam di berbagai wilayah di sana, apabila saya menerima pertanyaan mengenai masalah itu –biasanya pertanyaan datangnya dari wanita muslimah Amerika- maka saya cenderung memudahkannya, bukan mempersulit, melonggarkannya bukan mengetatkannya, memperbolehkannya dan tidak melarangnya.” (Dr. Yusuf Al Qaradhawy, Fatwa-Fatwa Kontemporer, Jilid. 2, Hal. 492-493. Cet. 2 1996M. Gema Insani Press, Jakarta)
Demikian. Wallahu A’lam.
 
Penjawab: Ustadz Farid Nu’man

Adab-adab Ziarah Kubur


Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah pernah berkata, “Memuliakan mayit yang berada di kubur serupa dengan memuliakannya di rumah yang ditempati semasa hidupnya di dunia, karena kubur yang dia tempati saat ini telah menjadi kediaman (baru) baginya”[1].
Kita layak memperhatikan apa yang beliau katakan. Perkataan beliau tersebut menunjukkan seorang muslim meski telah wafat, berhak untuk mendapatkan perlakuan santun dari saudaranya yang masih hidup sebagaimana perlakuan tersebut ia dapatkan semasa hidupnya di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang santun dan sangat memperhatikan hak-hak sesama penganutnya, meskipun mereka tidak lagi hidup di dunia ini.
Faktor yang memperkuat kenyataan tersebut adalah Islam telah mengatur berbagai adab yang berkaitan dengan praktek ziarah kubur, setiap muslim sepatutnya memperhatikan berbagai adab tersebut. oleh karena itu, secara ringkas akan kami paparkan beberapa adab ziarah kubur yang dapat kami kumpulkan disertai dengan berbagai dalil dari al Qur-an dan sunnah nabi yang shahih diiringi dengan pernyataan para ulama. Berikut beberapa adab ziarah kubur yang berhasil kami kumpulkan.
* Ikhlas dan Mengharapkan Pahala dari Ziarah Kubur yang akan Dilakukan
Seyogyanya setiap muslim menyadari bahwa ziarah kubur merupakan ibadah karena pelaksanaannya diperintahkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang telah kita ketahui.
“Kamu menganggapnya suatu yang sepele, padahal dia di sisi Allah adalah besar” (An Nuur: 15).
Oleh sebab itu, ziarah tersebut diniatkan untuk mendapatkan pahala dan bukan diiringi dengan tendensi-tendensi tertentu. Betapa banyak peziarah tidak menyadari hal ini sehingga dirinya terluput dan terhalang untuk mendapatkan pahala.

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ (١٥)

* Mengucapkan salam kepada Penghuni Kubur
Dianjurkan bagi peziarah untuk mengucapkan salam kepada para penghuni kubur tatkala memasuki areal pekuburan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menuntunkan ucapan salam tersebut dalam beberapa hadits beliau, diantaranya,

اَلسَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلاَحِقُوْنَ

“Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai kaum muslimin dan mukminin. Semoga Allah memberikan rahmat kepada mereka yang telah mendahului kami maupun yang akan menyusul, dan kami insya Allah akan menyusul kalian.”[2].

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوُمِ مُؤْمِنِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kampong kediaman kaum mukminin. Kami insya Allah akan segera menyusul kalian.”[3].

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وِالْمُسْلِمِيْنَ وِإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ . نَسْأَلُ اللهِ لَنَا وَلَكُمُ العَافِيَةَ

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, penghuni kampong kediaman, dari kalangan muslimin dan mukminin. Ssungguhnya kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah agar keselamatan diberikan kepada kami serta kalian.”[4].
Namun, tidak disyari’atkan mengucapkan salam tatkala berziarah ke pekuburan orang kafir. Bahkan disyari’atkan untuk memberitakan kepada mereka bahwa adzab neraka akan segera mereka dapatkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan pada seorang Badui dengan sabda beliau,

حيث ما مررت بقبر كافر فبشره بالنار

“Kabarkanlah kepada orang kafir bahwa neraka telah menanti jika engkau melewati kuburnya”.
Tatkala Badui tersebut telah masuk Islam, maka diapun mengatakan,

لقد كلفني رسول الله صلى الله عليه وسلم تعبا ما مررت بقبر كافر إلا بشرته بالنار

“Sungguh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan tugas yang membuatku capek. (Sejak beliau memerintahkanku), saya mengabarkan bahwa adzab neraka telah menanti setiap kali diriku melewati kubur orang kafir”[5]
* Melepas Sandal dan Tidak Berjalan di Atas Kubur
Peziarah diharuskan melepas sandal ketika memasuki areal pekuburan dan tidak berjalan di atas kubur sebagai bentuk penghormatan kepada saudaranya sesama kaum muslimin yang telah wafat. Hal ini dinyatakan dalam hadits Basyir bin Ma’bad radhiallahu ‘anhu, “Pada suatu hari saya berjalan bersama rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba beliau melihat seorang yang berjalan di areal pekuburan dengan memakai sandal, maka beliau menegurnya, “Yaa shahibas sibtiyyatain (wahai yang menggunakan dua sandal), celaka engkau, lepaskan sandalmu!” Orang tersebut melongok kepada yang menegurnya, tatkala dia mengetahui orang tersebut adalah rasulullah, serta merta dia mencopot kedua sandalnya.”[6].
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأن أمشي على جمرة أو سيف أو أخصف نعلي برجلي أحب إلي من أن أمشي على قبر مسلم . وما أبالي أوسط القبور قضيت حاجتي أو وسط السوق

“Sungguh, aku berjalan di atas bara api atau pedang, atau aku ikat sandalku dengan kakiku lebih aku sukai daripada berjalan di atas kubur seorang muslim. Dalam pandanganku, kejelekannya sama saja, buang hajat di tengah kubur atau di tengah pasar.”[7].
Abu Dawud rahimahullah berkata,
“Aku melihat Imam Ahmad, jika beliau mengiringi jenazah dan telah mendekati areal pekuburan, beliau melepas kedua sandalnya.”[8].
Al ‘Allamah Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah mengatakan,
“Siapapun yang merenungkan larangan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk duduk di atas kubur, bersandar dan berjalan di atasnya, tentu dia akan mengetahui bahwasanya larangan tersebut bertujuan untuk menghormati para penghuni kubur sehingga manusia tidak menginjakkan kaki pada kepala mereka dengan sandal. Oleh sebab itu, beliau pun melarang untuk buang air di antara kuburan dan memberitakan bahwa duduk di atas bara api hingga membakar baju itu lebih baik ketimbang duduk di atas kubur. Hal ini tentunya lebih ringan daripada berjalan diantara kuburan dengan menggunakan sandal. Kesimpulannya: wajib menghormati mayit yang mendiami kuburnya sebagaimana penghormatan tersebut dilakukan di rumah yang dikediami semasa hidupnya. Sesungguhnya kubur tersebut telah menjadi kediaman baginya.” [9].
* Mendo’akan Ampunan bagi Mayit, Tidak Mendo’akan Keburukan atau Mencelanya
Dari penjelasan pengarang Zaadul Ma’ad yang telah lewat mengenai tata cara ziarah kubur nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita temukan bahwa peziarah dianjurkan untuk mendo’akan ampunan bagi mayit, sebagaimana hal ini juga terkandung dalam salam yang diucapkan ketika memasuki pekuburan.
Tidak boleh bagi peziarah untuk mendo’akan keburukan bagi saudaranya yang telah wafat.
Terdapat hadits yang menyatakan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a bagi penghuni kubur. Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, dirinya berkata, “Pada suatu malam, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumah. Maka aku mengutus Barirah untuk membuntuti beliau, agar dirinya mengetahui kemana gerangan beliau pergi.” Aisyah melanjutkan, “Ternyata beliau pergi ke pemakaman Baqi’ul Gharqad. Beliau berdiri di ujung pemakaman tersebut sembari mengangkat tangannya (untuk berdo’a), kemudian beliau pun pergi. Barirah pun kembali dan memberitahukan hal tersebut kepadaku. Tatkala pagi menjelang, aku pun bertanya kepada beliau, “Wahai rasulullah, kemanakah gerangan engkau semalam?” Aku diperintahkan untuk pergi ke pekuburan al Baqi’ untuk mendo’akan mereka.”[10].
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لا تسبوا الأموات فإنهم قد أفضوا إلى ما قدموا

“Janganlah kalian mencela orang yang telah wafat. Sesungguhnya mereka telah mendapatkan ganjaran atas apa yang telah mereka perbuat.”[11].
* Mengambil Pelajaran dari Ziarah Tersebut
Hal ini tuntutan dari hikmah pensyari’atan ziarah kubur, yaitu untuk mengingatkan peziarah akan kematian yang akan menjemput dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang akan dijalani serta berlaku zuhud di dunia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ألا فزوروها فإنها ترق القلب، وتدمع العين، وتذكر الاخرة

“Ziarahilah kubur, sesungguhnya hal itu dapat melembutkan hati, meneteskan air mata dan mengingatkan pada kehidupan akhirat”[12].
* Tidak Bercanda ketika Berziarah Kubur
Ziarah kubur dilakukan untuk mengingatkan peziarah terhadap kehidupan akhirat bahwa dirinya akan mengalami kematian seperti yang dialami penghuni kubur. Tidak selayaknya jika peziarah malah bercanda, melakukan guyon di areal pekuburan karena hal tersebut bertentangan dengan tujuan pensyari’atan ziarah kubur, melalaikan hati dan salah satu bentuk ketidaksopanan terhadap penghuni kubur dari kalangan kaum muslimin. Ash Shan’ani mengatakan, “Seluruh hadits ini menunjukkan pensyari’atan ziarah kubur serta memuat penjelasan hikmah di balik hal tersebut, yaitu agar mereka dapat mengambil pelajaran tatkala berziarah kubur. Dalam lafadz hadits Ibnu Mas’ud disebutkan hikmah tersebut, yaitu untuk pelajaran, mengingatkan pada akhirat dan agar peziarah senantiasa berlaku zuhud di dunia. Apabila ziarah kubur dilakukan dengan tujuan selain ini, maka ziarah yang dilakukan tergolong sebagai perbuatan yang tidak sesuai dengan syari’at.”[13].
* Menjauhi Perkataan-perkataan Batil seperti Meratap atau Menangis dengan Meraung-raung
Boleh bagi peziarah untuk menangis jika teringat akan kebaikan mayit atau semisalnya berdasarkan hadits Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, dia berkata,
“Aku turut menghadiri pemakaman anak perempuan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan beliau duduk di samping kuburnya. Aku melihat kedua mata beliau mengucurkan air mata.”[14].
Terdapat juga atsar dari Hani, maula Utsman radliallahu ‘anhu yang menyatakan bahwa Utsman sering menangis apabila melewati areal pekuburan[15].
Namun yang harus dihindari jangan sampai tangisan tersebut justru membuat dirinya meratap, mengucapkan atau melakukan perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah ta’ala dan menghilangkan kesabaran sehingga menampakkan bahwa dirinya tidak menerima ketetapan Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من نيح عليه فإنه يعذب بما نيح عليه يوم القيام

“Barangsiapa yang ditangisi dan diiringi dengan ratapan, maka ia akan merasa tersiksa pada hari kiamat kelak disebabkan ratapan tersebut.”[16].
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إن الله لا يعذب بدمع العين ولا بحزن القلب ولكن يعذب بهذا – وأشار إلى لسانه

“Sesungguhnya Allah tidaklah mengadzab disebabkan bercucurnya air mata atau bersedihnya hati. Namun Allah membuatnya tersiksa dengan sebab (ratapan) yang diucapkan oleh lisan seseorang-beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan menunjuk lisannya.”[17].
Imam asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Akan tetapi tidak boleh mengatakan perkataan yang terlarang di samping kubur, seperti menyumpah serapahi diri sendiri atau meratap. Namun, jika anda berziarah untuk memintakan ampun bagi mayit, melembutkan hati anda dan mengingat akirat, maka hal ini tidak aku benci.”[18].
Demikianlah uraian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi diri kami pribadi dan sidang pembaca.
Selesai diedit kembali
Gedong Kuning, Yogyakarta, 12 Rabi’uts Tsani 1430.
[1] Tahzib ‘Aunul Ma’bud 7/216; Asy Syamilah.
[2] HR. Muslim nomor 974, An Nasaai 2037, Al Baihaqi nomor 7003, Abdurrazzaq nomor 6722
[3] HR. Muslim nomor 249
[4] HR. Ibnu Majah nomor 1547 dengan sanad yang shahih
[5] HR. Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabir 1/145, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ahkaamul Janaaiz hal. 251
[6] HR. Abu Dawud nomor 3230 dengan sanad hasan
[7] HR. Ibnu Majah nomor 1567 dengan sanad yang shahih
[8] Al Masaail hal. 158, dinukil dari Ahkaamul Janaaiz hal. 253
[9] Aunul Ma’bud 7/216
[10] HR. Ahmad nomor 24656 dengan sanad yang shahih, lihat Ash Shahihah nomor 1774
[11] HR. Bukhari nomor 1329
[12] HR. Hakim 1/376 dan selainnya dengan sanad hasan, lihat Ahkamul Janaiz hal.180
[13] Subulus Salam 2/162
[14] HR. Bukhari nomor 1291, Muslim nomor 933
[15] HR. Ibnu Majah nomor 4267 dengan sanad yang hasan
[16] HR. Muslim nomor 933
[17] HR. Bukhari nomor 1304
[18] al Umm 1/317

MATI KETIKA IKUT DEMO, apakah itu adalah mati syahid?


Pertanyaan:
Apakah mati dalam demonstrasi merupakan tanda husnul khatimah atau su’ul khatimah? Karena sebagian orang berkata bahwa orang yang mati dalam demonstrasi adalah mati syahid?
Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam menjawab:
Fitnah (musibah) itu, sebagaimana dikatakan oleh Hasan Al Bashri,

الفتنة إذا أقبلت ادركها العلماء و اذا ادبرت ادركها عامة الناس

Fitnah itu sebelum terjadi, para ulama mengetahuinya. Setelah terjadi, orang-orang awam baru mengetahuinya“. Atsar ini shahih.
Ketika fitnah itu terjadi, banyak pertimbangan yang tidak dihiraukan. Pertimbangan syar’i dan pertimbahan akal sehat. Sehingga menghasilkan kekacauan, tindakan yang serampangan, kebingungan, kegoncangan, hal-hal jelek nampak baik,  laa haula walaa quwwata illa billah.
Barangsiapa yang mati dalam demonstrasi tidaklah kita katakan bahwa ia mati dalam keadaan husnul khatimah. Bahkan kita khawatir itu merupakan adzab Allah. Hanya kepada Allah-lah kita bergantung.
Saya akan sebutkan, sebuah pemahaman yang bagus dari sahabat Hudzaifah Ibnul YamanRadhiallahu’anhu dari  Sa’id bin Manshur dengan sanad yang shahih. Hudzaifah Ibnul Yaman berkata kepada Abu Musa Al Asy’ari:


أرأيت رجلا خرج يضرب بسيفه يبتغي وجه الله فقتل أيدخل الجنة؟ فقال أبو موسى: نعم. فقال له حذيفة: لا. إن خرج يضرب بسيفه يبتغي وجه الله فأصاب أمر الله فقتل دخل الجنة


Apakah menurutmu orang yang keluar dengan pedangnya untuk berperang dengan mengharap ridha Allah lalu terbunuh ia akan masuk surga? Abu Musa menjawab: ‘Ya’. Hudzaifah lalu berkata kepadanya: ‘Tidak demikian. Jika ia keluar lalu berperang dengan pedangnya dengan mengharap ridha Allah dan menaati aturan Allah lalu terbunuh, barulah ia masuk surga‘”
Maka, orang yang syahid itu adalah orang yang menaati aturan Allah. Maka tidak cukup seseorang dikatakan syahid dengan sekedar keluar untuk amar ma’ruf nahi munkar tanpa menaati aturan yang benar, sebagaimana para da’i ahlul bid’ah dan hizbiyyah. Yang mereka klaim sebagai jihad fi sabilillah pun bukan jihad yang sesuai dengan syariat Allah. Mereka berkata: “anda ini mujahid fii sabilillah karena anda telah beramar ma’ruf nahi munkar“, namun amar ma’ruf nahi munkar yang mereka lakukan bukanlah sebagaimana amar ma’ruf nahi munkar yang dituntunkan syariat. Setiap orang beragam pemahamannya terhadap orang lain. Maka orang yang memfatwakan bahwa fulan syahid ini adalah ketergesa-gesaan orang hizbiyyah (fanatik golongan) yang dilatarbelakangi penentangan mereka kepada penguasa. Laa haula walaa quwwata illa billah.
Maka barang siapa yang mati dalam keadaan demikian, justru kami khawatir kepadanya. Hanya kepada Allah-lah kita bergantung.

adab dan cara agar doa cepat di kabulkan


do'a yang mustajab adalah do'a yang di lakukan dengan cara-cara yang benar dan dengan adab-adab dalam berdo'a.andaikan saja bila kita memiliki hajat kepada sang raja kita harus meminta dengan cara yang sopan dan merendahkan diri agar hajat kita di kabulkan kenapa kepada dzat yang maha kaya dan rahman. kita bersikap kurang beradab

sesuai dengan perintah alloh dalam al-qur'an,yang artinya"berdo'alah kalian kepada tuhanmu dengan kerendahan hati dan suara yang lembut"  (QS Al-Araf :55)

yang artinya,"dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadaku tentang aku,maka jawablah bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a kepadaku" (QSAl-Baqarah 186)

adab dalam berdo'a diantaranya:



1. anda dalam keadaan suci dari hadas yaitu memiliki wudhu   
2. alangkah baiknya anda lakukan shalat hajat 2 raka'at
3. kemudian berdzikir kepada alloh dengan tujuan memujinya,mengagungkannya disertai hatinya yang hadir dan khusyu
4. beristigfar dan memohon ampunan dari segala dosa-dosa yang telah di lakukan
5. bershalawat kepada nabi saw(bertawasul) karena alloh tidak akan menyia-nyiakan doa yang di sertai dengan  shalawat kepada nabi saw
6. berdo'alah dengan suara yang lembut dan hatinya yang hadir (khusyu),mengangkat kedua belah tangan 
7. berdoalah dengan doa yang baik yang di ajarkan baginda nabi muhammad saw serta mintalah kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat
8. yakinlah bahwa do'a anda akan dikabulkan dan selalu husnuzon kepada alloh.
9. dan tutuplah do'a dengan hamdalah   



sumber  :  http://petualang-web.blogspot.com/2012/04/adab-dan-cara-agar-doa-cepat-di.html


Nabi Muhammad saw adalah sosok seorang pemimpin sejati.



Nabi Muhammad saw adalah sosok seorang pemimpin sejati
Nabi  saw adalah suri tauladan (uswatun khasanah) contoh yang baik bagi semua manusia di bumi ini,beliau adalah sosok seorang pemimpin yang teladan. baik di dalam rumah tangganya maupun dalam memimpin umat islam pada umumnya.ini tergambar dari sebuah hadist yang di riwayatkan dari abu salamah r.a yang isinya berikut ini: 


“aku telah bertanya kepada abu sa’id al-khudlri r.a, apakah yang kamu lihat mengenai perkara yang di buat-buat oleh manusia dari makanan ini, minuman ini, dan tunggangannya?”. dia berkata wahai anak saudaraku, makanlah karena alloh, minumlah karena alloh, berpakaialah karena alloh, naik kendaraanlah karena alloh, dan layanilah keluarga di rumahmu dengan pelayanan sebagaimana nabi saw,menangani rumahnya. 

Beliau saw memberi makan unta, menyapu rumah, memerah susu kambing, menambal sandal, menambal pakaian, makan bersama pelayan, membuat tepung bersama pelayan ketika pelayannya lelah, membeli barang kebutuhan dari pasar.beliau saw tidak malu karena hal itu.nabi saw membawanya dengan tangan beliau sendiri , memasukkannya kedalam pakaiannya sendiri dan memberikannya kepada keluarga beliau. 

Nabi saw bersalaman dengan orang yang fakir dan orang yang kaya, nabi saw yang memulai memberi salam kepada orang yang menghadap kepada nabi saw, baik yang lebih muda maupun yang lebih tua, baik orang yang berkulit hitam maupun orang kulit putih, baik orang yang merdeka maupun hamba sahaya, yaitu ahli salat. nabi saw tidak mempunyai pakaian yang khusus untuk di dalam rumah maupun di luar rumah (sama saja) nabi saw tidak malu untuk datang ke undangan jika beliau di undang walaupun orang yang mengundangnya adalah orang miskin (kusut rambutnya dan berdebu). nabi saw tidak menghina makanan yang di suguhkan kepada beliau saw, walaupun tidak menemukan sedikitpun makanan kecuali sedikit kurma yang jelek. 

Nabi saw tidak pernah menyimpan makanan pagi untuk malam dan tidak menyimpan makanan malam untuk pagi, hingga 9 ahli rumahnya tidak mempunyai bubuk roti dan seteguk suwaek pun (jenis minuman). nabi saw adalah orang yang mudah biaya hidupnya, lembut pembawaannya, mulia tabiatnya, bagus pergaulannya, berseri-seri wajahnya, suka tersenyum tanpa tertawa terbahak-bahak, jika sedih tidak muram, nabi saw selalu tawadhu (merendahkan diri) tanpa kehinaan murah hati tanpa berlebihan, kasih sayang kepada setiap orang muslim, nabi saw lembut hatinya, selalu menundukan kepala, tidak pernah bermalam dalam keadaan kenyang dan tidak pernah mengulurkan tangannya agar di beri. 

Lalu abu salamah pergi untuk menemui istri nabi saw yaitu aisyah ra.dan menceritakan apa-apa yang di ceritakan tadi oleh abu sa’id maka aisyah pun berkata,abu said tidaklah salah satu huruf pun (sepatah kata). tetapi dia telah meringkas perkara tentang rasululloh saw , lalu aisayah pun menambahkan, rasululloh saw tidak pernah kenyang, nabi saw tidak pernah menyiarkan pengaduan (tidak pernah mengadu) kefakiran lebih di sukai olehnya dari pada kecukupan dan kemudahan, nabi saw salat dalam keadaan lapar, pada malam harinya membaca al-qu’ran seluruhnya hingga pagi hari dan hal itu tidak menghalanginya dari salat dan saum (puasa ) di siang harinya. 

Seandainya nabi saw memohon kepada alloh swt agar mendapatkan gudang-gudang bumi dan buah-buahannya pada pagi dan sore, dari mulai masyrik sampai magrib, niscaya nabi saw akan mendapatkannya. kadang-kadang aku menangis, karena sayang kepada beliau saw. Karena aku melihat beliau lapar dan aku mengusap perut nabi saw dengan tangan ku sendiri dan aku mengatakan kepada nabi saw ”wahai kekasihku, jika tuan mengambil bekal untuk sekedar menahan lapar (tentu tuan tidak akan merasa lapar). 

Nabi Muhammad saw bersabda kepada ku,”wahai aisyah, sesungguhnya saudara-saudara ku yaitu ulul azmi dari utusan alloh swt. sabar terhadap perkara yang lebih berat dari pada ini mereka telah bersabar dan telah mendahului kepada tuhan mereka.oleh karena itu tuhan memberi kemulian dengan tempat tinggal bagi mereka dan dia melimpahkan pahala bagi mereka. maka aku malu jika bersenang-senang dalam kehidupan hingga dia akan menahanku berada di bawah mereka. 

Oleh karena itu bersabar pada hari-hari yang mudah ini  lebih di sukai oleh ku daripada dia mengurangiku dan aku ingin menyusul saudara-saudaraku,wahai asiyah. 

Aisayah berkata setelah beliau saw mengatakan hal itu dan sebelum rasululloh saw melewati 2 jum’at alloh swt mewafatkan beliau saw. 



sumber http://petualang-web.blogspot.com/2012/05/nabi-muhammad-saw-adalah-sosok-seorang.html#ixzz2GitnqTS1 

kebaikan dan kejelekan bersumber dari hati serta 7 cara membersihkan hati


kebaikan dan kejelekan bersumber dari hati serta 7cara membersihkan hati
hati adalah sumber kebaikan dan kejelekan timbul. sesuai dengan sabda nabi saw, "ingatlah,sesungguhnya di dalam jasad terdapat sepotong daging, apabila daging itu baik, maka baiklah semua jasadnya.dan ingatlah, daging itu adalah hati. "hati adalah anggota batin yang berada dalam jasad.ukuran seorang manusia tergantung pada hati dan akalnya. hati adalah anggota yang paling mulia dan di sebut qalb (hati) karena di dalamnya pikiran cepat timbul dan berubah, sebagai mana seorang penyair mengatakan "tiadalah manusia di sebut insan, melainkan karena lupanya, dan tiadalah hati di sebut qalbu, melaikan berubah-ubahnya,"


sesungguhnya baik dan rusaknya badan itu mengikuti baik dan rusaknya hati karena hati adalah tempat mulainya gerakan-gerakan badan dan kehendak-kehendak jiwa. kehendak yang baik timbul karena hati selamat dari penyakit-penyakit batin, seperti hasud, kikir, dengki, dan sombong.sebaliknya , kehendak yang rusak timbul karena hati tidak selamat dari hal-hal tersebut. dalam gerakan badan, hati seperti seorang raja dan jasadnya (anggota-anggotanya) seperti rakyat. tidak di ragukan lagi, rakyat itu baik jika rajanya baik, dan rakyat akan rusak jika rajanya rusak. begitu pula, hati itu seperti mata air dan jasadnya seperti sawah/ladang. jika airnya tawar, maka tawarlah tumbuh-tumbuhannya, dan jika airnya asin, maka asinlah tumbuhannya.

sesungguhnya,hati nabi saw, pernah di belah oleh malaikat jibril as dan di keluarkan dari tempatnya.ternyata hati itu berupa segumpal darah yang hitam. jibril mengatakan bahwa itu adalah bagian (tempat setan.setelah di keluarkan, hati nabipun kemudian dibersihkan.oleh karena itu hati nabi saw adalah hati yang baik dan istimewa.

ada sebagian ulama menerangkan 7 cara membersihkan hati dari segala penyakit hati yang pasti di miliki oleh manusia pada umumnya yaitu: 


1. membaca al-qur'an serta mentadaburi isi dari kandungannya al-qur'an
2. mengosongkan perut, banyak berpuasa
3. sholat malam /sholat tahajud
4. merendahkan hati sambil berdoa pada waktu sahur
5. duduk bersama orang-orang saleh
6. banyak berdzikir baik dzikir lisan dan utamanya dzikir hati(dzikir khofi)
7. meninggalkan perkara subhat dan berpindah pada perkara yang halal.



sesungguhnya,amal hati lebih utama dari pada amal badan dan amal badan itu tidak akan baik kecuali hatinya baik dan ikhlas.




sumber http://petualang-web.blogspot.com/2012/05/kebaikan-dan-kejelekan-bersumber-dari.html#ixzz2Git4MSPd

 

widget blog qu

Flag Counter
Klik Like !
×
http://soukiblog.blogspot.com/ © 2012 | Template By Jasriman Sukri